KULON PROGO - Ratusan siswa di wilayah Sentolo, Kulon Progo, mendadak dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Gejala pusing, mual, hingga muntah menyerang mereka, meninggalkan kekhawatiran mendalam di benak para orang tua dan pendidik.
Kabar buruk ini akhirnya menemui titik terang setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menerima hasil pemeriksaan sampel yang mencengangkan. Dugaan kuat mengerucut pada menu telur kukus asam manis yang menjadi bagian dari program makan siang bergizi tersebut.
Investigasi mendalam yang dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta selama 14 hari akhirnya membuahkan hasil. Sampel makanan, feses, hingga muntahan para korban telah dianalisis secara cermat.
"Pemeriksaannya membutuhkan waktu 14 hari sejak sampel dikirim, dan kami juga melakukan investigasi, " ujar Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, Senin (16/02/2026).
Menu yang disajikan pada hari nahas 20 Januari silam itu meliputi nasi putih, telur kukus asam manis, tempe goreng, tumis sayur, dan buah anggur. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium secara mengejutkan menunjuk telur kukus sebagai salah satu pemicu utama keracunan massal yang dialami oleh para siswa dari 37 sekolah penerima program MBG di Sentolo.
Dampak keracunan ini membuat 104 korban harus segera mendapatkan penanganan medis. Puskesmas Sentolo I menjadi tujuan utama dengan 72 pasien, disusul RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo dengan 16 pasien, Klinik Pengasih Husada dengan 9 pasien, dan RS Queen Latifa Sentolo dengan 7 pasien. Pengalaman mengerikan ini tentu meninggalkan trauma bagi anak-anak dan keluarga mereka, mengingat betapa pentingnya asupan gizi yang aman bagi tumbuh kembang mereka. (PERS)

Updates.